Skip to content
Open access

KOMPETENSI RELATIF GUGATAN SEDERHANA DALAM WANPRESTASI PERJANJIAN KREDIT BERAGUNAN

Cynthia Della Aprillisfianti Rahmida Erliyani
Aug 2026 · SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial · 0 citations

Abstract

Penyelesaian sengketa melalui mekanisme gugatan sederhana merupakan salah satu upaya pembaruan sistem peradilan perdata untuk mewujudkan asas peradilan yang sederhana, cepat, dan berbiaya ringan. Dalam praktiknya, sengketa wanprestasi yang bersumber dari perjanjian kredit beragunan sering diajukan melalui mekanisme tersebut karena memiliki karakteristik yang relatif sederhana. Namun, penerapan gugatan sederhana masih menimbulkan permasalahan terkait kompetensi relatif pengadilan, khususnya apabila domisili para pihak berbeda, terdapat klausul pilihan forum, atau objek jaminan berada di wilayah hukum yang berlainan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum dalam menentukan pengadilan yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan kompetensi relatif dalam gugatan sederhana terhadap perkara wanprestasi perjanjian kredit beragunan serta mengkaji implikasi hukumnya terhadap kepastian hukum dan efektivitas penyelesaian sengketa. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh melalui studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi relatif dalam gugatan sederhana pada prinsipnya ditentukan berdasarkan domisili tergugat sebagaimana diatur dalam hukum acara perdata dan Peraturan Mahkamah Agung mengenai tata cara penyelesaian gugatan sederhana. Dalam sengketa wanprestasi perjanjian kredit beragunan, penerapan kompetensi relatif harus memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, isi perjanjian para pihak, serta karakteristik objek jaminan agar tidak menimbulkan konflik kewenangan antar pengadilan.

Read PDF

Similar papers

Open access Sep 2026

ANALISIS EFEKTIVITAS PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PERJUDIAN ONLINE DI INDONESIA DALAM ERA DIGITAL

Artikel ini secara rinci menganalisis efektivitas penegakan hukum terhadap tindak pidana perjudian daring di Indonesia dalam era digital. Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama: pertama, untuk menganalisis secara mendalam langkah-langkah strategis yang telah diimplementasikan oleh pemerintah dan aparat penegak hukum...

Ray Adam Zevanya, Aryani Priska Nafisy · 0 citations
Open access Aug 2026

Fenomena Gugatan Perceraian : Analisis Kasus di Pengadilan Agama Pangkalan Bun

Fenomena cerai gugat di Pengadilan Agama menunjukkan adanya berbagai persoalan dalam kehidupan rumah tangga yang berujung pada putusnya perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya cerai gugat serta proses penyelesaian perkara cerai gugat di Pengadilan Agama Pan...

Muhammad Rifai, Norhalisa Amanda, Muh Rizki Zailani · 0 citations
Open access Aug 2026

Penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia dalam Akta Perseroan Terbatas : Peran dan Tanggung Jawab Notaris

Tujuan utama dari penelitian ini ialah melakukan analisis regulasi hukum terkait penyelarasan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dalam akta Perseroan Terbatas serta mengkaji peran dan tanggung jawab hukum Notaris apabila terjadi ketidaksesuaian pencantuman KBLI. Kajian ini mengadopsi jenis penelitian huku...

I. G. A. R. Pramesti, I. Priyanto · 0 citations
Open access Sep 2026

Implementasi Prinsip Good Corporate Governance Melalui Peran Notaris dalam Penyuluhan Hukum dan Penyusunan Risalah RUPS

Notaris merupakan pejabat umum yang tidak hanya berwenang membuat akta autentik, tetapi juga memiliki kewenangan untuk memberikan penyuluhan hukum sehubungan dengan pembuatan akta. Salah satu wujud nyata dari kewenangan tersebut tampak dalam penyusunan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Perseroan Terbatas. P...

M. A. A. Alamsyah, Joni Emirzon, Kms. Abdullah Hamid · 0 citations
Open access Aug 2026

­­Problematika Pencatatan Pendaftaran Persekutuan Komanditer dalam Sistem Administrasi Hukum Umum: Tinjauan Akuntabilitas Notaris dan Status Hukumnya

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara yuridis kerangka normatif pencatatan Commanditaire Vennootschap (CV) dalam sistem Administrasi Hukum Umum (AHU) Online berdasarkan Permenhum No. 25 Tahun 2025 mengenai Penyelenggaraan Layanan Jasa Hukum Persekutuan Perdata, Persekutuan Firma, dan Persekutuan Komanditer (yang...

Putu Yustika Devi Savitri, I. N. Nuarta · 0 citations
Open access Aug 2026

Analisa Hukum Kasus Pelanggaran Ham Berat Masa Lalu di Indonesia

Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat masa lalu di Indonesia hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan meskipun telah tersedia berbagai instrumen hukum nasional dan internasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerangka hukum penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu serta menilai relevansi pendekatan ke...

Chrisbiantoro Chrisbiantoro · 0 citations

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.