MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS MELALUI PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS IV SDN 009 SAMARINDA
Abstract
The demonstration method has proven capable of providing a concrete and meaningful learning experience for students, making it a highly relevant alternative solution to address low academic achievement in elementary science. The low Natural and Social Sciences (IPAS) learning outcomes among fourth-grade students at SDN 009 Samarinda formed the empirical background of this study, marked by a pre-cycle average score of only 62.58 and a classical mastery rate of 25.81%. This study aims to describe the implementation of the demonstration method in improving IPAS learning outcomes on the topic of Force among fourth-grade students at SDN 009 Samarinda. This study employed Classroom Action Research (CAR) conducted across two cycles, comprising planning, acting, observing, and reflecting phases. The subjects were all 31 fourth-grade students at SDN 009 Samarinda in the 2025/2026 academic year. Data were gathered through participatory observation, cognitive achievement tests, and field notes. The findings indicate that the systematic application of the demonstration method significantly enhanced students' learning outcomes. In Cycle I, the class average score improved to 73.48 with a classical mastery rate of 51.61% (moderate category). Following instructional refinements in Cycle II by actively involving students in physical demonstrations, the class average rose to 82.26 with classical mastery reaching 96.77% (very high category), further substantiated by an N-gain score of 0.7281 (high category). Thus, the demonstration method is empirically proven to be effective in augmenting primary students' IPAS learning outcomes. ABSTRAK Metode demonstrasi terbukti mampu menghadirkan pengalaman belajar yang konkret dan bermakna bagi peserta didik, sehingga menjadi salah satu alternatif solusi yang relevan untuk mengatasi rendahnya hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar. Rendahnya hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV SDN 009 Samarinda menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian ini, di mana nilai rata-rata pra-siklus hanya mencapai 62,58 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 25,81%. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode demonstrasi dalam meningkatkan hasil belajar IPAS pada materi Gaya siswa kelas IV SDN 009 Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dirancang dalam dua siklus tindakan, di mana setiap siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SDN 009 Samarinda tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas, tes evaluasi hasil belajar, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi secara konsisten meningkatkan hasil belajar IPAS secara signifikan. Pada siklus I, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 73,48 dengan ketuntasan klasikal 51,61% (kategori sedang). Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II dengan melibatkan partisipasi langsung siswa, nilai rata-rata meningkat kembali menjadi 82,26 dengan ketuntasan klasikal mencapai 96,77% (kategori sangat tinggi), serta diperkuat oleh capaian N-gain sebesar 0,7281 (kategori tinggi). Dengan demikian, penerapan metode demonstrasi terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS materi Gaya pada siswa sekolah dasar.