LEBIH DARI SEKADAR MENGHAFAL: PERAN PROGRAM TAHFIDZ DALAM PEMBENTUKAN STABILITAS EMOSI SISWA DI SMP AL-QUR'AN AN-NAWAWIY
Abstract
ABSTRACT The development of students’ emotional stability is an important need during adolescence, particularly in educational settings that integrate learning with religious habituation. This study aims to describe the implementation of the tahfidz program, analyze its role in developing students’ emotional stability, and identify the supporting and inhibiting factors in its implementation at SMP Al-Qur’an An-Nawawiy. The study employed a qualitative approach with a case study design involving teachers and students as participants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed through data condensation, data presentation, and conclusion drawing, with data validity examined through source and technique triangulation. The findings indicate that the tahfidz program was implemented routinely and systematically through tahfidz, murojaah, tahsin, memorization submission, and other Qur’anic supporting activities. This habituation was associated with a tendency among students to become calmer and more patient, regulate their emotional responses, and exercise greater caution in determining their behavior. However, the program remained more focused on technical aspects, such as tajwid, makharijul huruf, and memorization, than on understanding the meanings of the verses. A religious environment, teacher role modeling, regular activities, and student motivation supported the program, while differences in ability, memorization target pressure, varied motivation, and influences from the external environment constituted obstacles. Thus, the tahfidz program contributes to supporting students’ emotional stability through consistent religious habituation. ABSTRAK Pembentukan stabilitas emosi siswa menjadi kebutuhan penting pada masa remaja, terutama dalam lingkungan pendidikan yang memadukan pembelajaran dengan pembiasaan keagamaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan program tahfidz, menganalisis perannya dalam pembentukan stabilitas emosi siswa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di SMP Al-Qur’an An-Nawawiy. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain case study yang melibatkan guru dan siswa sebagai partisipan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan pemeriksaan keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahfidz dilaksanakan secara rutin dan terstruktur melalui kegiatan tahfidz, murojaah, tahsin, setoran hafalan, dan kegiatan pendukung Al-Qur’an lainnya. Pembiasaan tersebut berkaitan dengan kecenderungan siswa lebih tenang, sabar, mampu mengendalikan respons emosional, dan lebih berhati-hati dalam menentukan perilaku. Pelaksanaan program masih lebih menekankan aspek teknis, seperti tajwid, makharijul huruf, dan hafalan, dibandingkan pemahaman makna ayat. Lingkungan religius, keteladanan guru, keteraturan kegiatan, dan motivasi siswa mendukung program, sedangkan perbedaan kemampuan, tekanan target hafalan, motivasi yang beragam, dan pengaruh lingkungan luar menjadi hambatan. Dengan demikian, program tahfidz berperan dalam mendukung stabilitas emosi melalui pembiasaan religius yang konsisten.