Skip to content
Open access

Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Moisturizer Gel dari Ekstrak Daun Seledri (Apium graveolens L.)

Sep 2026 · Journal of Pharmacy and Science · pp. 2862-2874 · 0 citations · 34 references

Abstract

Latar belakang: Radikal bebas adalah salah satu penyebab permasalahan kulit dan penuaan dini, sehingga dibutuhkan antioksidan untuk menghambat proses tersebut. Daun seledri (Apium graveolens L.) diketahui mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin, dan steroid yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan: Untuk memformulasikan ekstrak daun seledri dalam bentuk sediaan  gel pelembab, mengevaluasi sifat fisik sediaan, serta menguji aktivitas antioksidan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental secara kuantitatif yang melibatkan ekstraksi maserasi dengan etanol 70%, formulasi sediaan, evaluasi sifat fisik, dan pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun seledri berhasil diformulasikan ke dalam sediaan gel pelembab yang memenuhi persyaratan fisik sediaan gel, ditandai dengan organoleptis dan homogenitas yang baik, pH sesuai rentang pH kulit, daya sebar dan daya lekat memenuhi standar, viskositas berada dalam rentang yang dipersyaratkan, serta stabil tanpa terjadi pemisahan fase. Nilai IC50 vitamin C sebesar 7,4 µg/mL tergolong sangat kuat, sedangkan nilai IC50 sediaan F0, F1, F2, F3 berturut-turut sebesar -3968,6 µg/mL, 7607,1 µg/mL, 4179,3 µg/mL, dan 3060,2 µg/mL. Berdasarkan nilai IC50 tersebut, aktivitas antioksidan sediaan gel pelembab ekstrak daun seledri tergolong lemah (>200 µg/mL), meskipun demikian peningkatan konsentrasi ekstrak menunjukkan kecenderungan peningkatan aktivitas antioksidan. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun seledri berhasil diformulasikan ke dalam sediaan gel pelembab dengan sifat fisik yang baik, namun diperlukan optimalisasi formula lebih lanjut untuk meningkatkan aktivitas antioksidannya sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih optimal sebagai produk perawatan kulit.

Read PDF

Similar papers

Open access Oct 2026

Formulasi dan Evaluasi Efektivitas serta Stabilitas Sediaan Salep dan Krim Ekstrak Buah Kepel sebagai Sediaan Topikal

Buah kepel (Stelechocarpus burahol (Blume) Hook.f. & Thomson) merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan aktif dalam sediaan topikal. Pemanfaatan ekstrak secara langsung pada kulit memiliki keterbatasan dalam hal kenyamanan dan kemudahan penggunaan, sehingga diperlukan formulasi...

Maulana Tegar Adityanugraha, Ferli Eko Kurniantoro, Bingar Hernowo et al. · 0 citations
Open access Nov 2026

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN FACIAL WASH DARI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU ( PIPER BETLE L. )

Daun sirih hijau (Piper betle L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif seperti saponin, flavonoid, dan polifenol yang berpotensi sebagai antimikroba. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan ekstrak daun sirih hijau ke dalam sediaan facial wash serta mengevaluasi karakteristik fisik sediaan yang di...

Riska Nopia, Adi Setiadi, Mokhamad Mahroji · 0 citations
Open access Oct 2026

Formulasi Dan Evaluasi Sifat Fisik Gel Antibakteri Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia) Dengan Variasi Konsentrasi CMC-Na Dan HPMC

Infeksi kulit yang bermula dari luka kecil dapat memicu invasi bakteri seperti Staphylococcus aureus sehingga diperlukan pengobatan topikal yang efektif. Daun binahong (Anredera cordifolia) mengandung flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan memformulasikan e...

R. Febriansyah, Tatiana Siska Wardani, Anna Fitriawati · 0 citations
Open access Sep 2026

Formulasi dan Uji Aktivitas Antiskabies Krim Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) pada Kelinci

Latar Belakang: Daun kemangi (Ocimum sanctum L.) mengandung eugenol yang berpotensi sebagai akarisida alami untuk mengatasi skabies. Tujuan: Memformulasi ekstrak etanol daun kemangi menjadi sediaan krim, mengevaluasi mutu fisiknya, serta menguji efektivitas antiskabiesnya pada kelinci dibandingkan dengan Permetrin 5%....

M. Widiati, Siwi Hastuti, Septian Maulid Wicahyo · 0 citations
Open access Sep 2026

Formulasi Facial Wash Ekstrak Daun Tapak Dara Pasca Bleaching Terhadap Propionibacterium acnes

Jerawat merupakan penyakit kulit yang sering dikaitkan dengan infeksi bakteri Propionibacterium acnes. Salah satu tanaman yang berpotensi dikembangkan sebagai sumber antibakteri alami adalah daun tapak dara (Catharanthus roseus L.) karena mengandung berbagai metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan mengkaji mutu fi...

Siti Nur Maysatun Soi'dah, Akhmad Al-bari, A. Basith · 0 citations
Open access Sep 2026

Uji Efektivitas Sediaan Krim Ekstrak Etanol Daun Bidara (Ziziphus Mauritiana L.) terhadap Penyembuhan Luka Bakar pada Kelinci New Zealand

Luka bakar merupakan cedera pada jaringan kulit akibat paparan panas, bahan kimia, listrik, maupun radiasi yang memerlukan penanganan yang tepat untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah terjadinya infeksi. Daun bidara (Ziziphus Mauritiana L.) mengadung senyawa metabolit, sekunder, seperti flavonoid, alkaloid,...

Romio Carlos Lopo Dos Reis, Siwi Hastuti, Septian Maulid Wicahyo · 0 citations

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.