Luka bakar merupakan cedera pada jaringan kulit akibat paparan panas, bahan kimia, listrik, maupun radiasi yang memerlukan penanganan yang tepat untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah terjadinya infeksi. Daun bidara (Ziziphus Mauritiana L.) mengadung senyawa metabolit, sekunder, seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, yang memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, serta antibakteri sehingga berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sediaan krim ekstrak etanol daun bidara terhadap penyembuhan luka bakar pada kelinci New Zealand serta menentukan konsentrasi ekstrak yang paling efektif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan empat ekor kelinci New Zealand sebagai hewan uji. Ekstrak daun bidara diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70% dan diformulasikan dalam sediaan krim tipe air dalam minyak (A/M) dengan konsentrasi ekstrak 5% (F1), 10% (F2), dan 15% (F3). Betadine Antiseptic Ointment digunakan sebagai kontrol positif, sedangkan basis krim digunakan sebagai kontrol negatif. Pengobatan dilakukan selama 14 Hari dengan frekuensi dua kali sehari. Efektivitas penyembuhan luka dievaluasi berdasarkan nilai Area Under Curve (AUC) dan persentase daya penyembuhan luka (%DPL). Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dan Least Significant Difference (LSD). Penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan krim. Formula F3 (15%) memberikan efektivitas terbaik dengan nilai AUC 12,9950 ± 0,01 dan %DPL (25,78527)%, mendekati kontrol positif yang memiliki nilai AUC 12,5125 ± 0,01 dan %DPL (28,54083)%. Uji One-Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p < 0,05), sedangkan uji LSD menunjukkan seluruh kelompok berbeda signifikan. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa krim ekstrak etanol daun bidara efektivitas mempercepat penyembuhan luka bakar pada kelinci New Zealand, dengan konsentrasi ekstrak 15% sebagai formula yang paling efektif.
Penyembuhan luka merupakan proses biologis kompleks yang melibatkan regenerasi jaringan untuk menggantikan jaringan yang rusak. Luka sayat butuh penanganan yang tepat untuk mencegah infeksi. Pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif terus dikembangkan, salah satunya daun pulai (Alstonia scholaris L.) yang mengandung fl...
Meilia Risqi Ani Rohimah, R. Rahmawati, Istianatus Sunnah· Jurnal Ilmu Kesehatan· 0 citations
Latar Belakang: Daun kemangi (Ocimum sanctum L.) mengandung eugenol yang berpotensi sebagai akarisida alami untuk mengatasi skabies. Tujuan: Memformulasi ekstrak etanol daun kemangi menjadi sediaan krim, mengevaluasi mutu fisiknya, serta menguji efektivitas antiskabiesnya pada kelinci dibandingkan dengan Permetrin 5%....
M. Widiati, Siwi Hastuti, Septian Maulid Wicahyo· Galen· 0 citations
Acne vulgaris merupakan salah satu penyakit kulit yang paling umum dijumpai. Salah satu faktor utama dalam patogenesis acne vulgaris adalah kolonisasi berlebih Cutibacterium acnes. Penggunaan antibiotik jangka panjang berisiko menimbulkan resistensi, sehingga diperlukan alternatif terapi yang mampu menghambat pertumbuh...
N. Asyifa, H. T. Sibero, Maya Ganda Ratna et al.· JURNAL ILMU KEDOKTERAN DAN K...· 0 citations
Hiperglikemia kondisi peningkatan kadar glukosa darah yang dapat memicu berbagai komplikasi serius. Daun mimba (Azadirachta indica) dan daun kelor (Moringa oleifera) mengandung metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas antihiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kombinasi eks...
Nita Windi Lestari, D. Maulina, Vicko Suswidiantoro et al.· Journal of Innovative and Cr...· 0 citations
Latar belakang: Radikal bebas adalah salah satu penyebab permasalahan kulit dan penuaan dini, sehingga dibutuhkan antioksidan untuk menghambat proses tersebut. Daun seledri (Apium graveolens L.) diketahui mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin, dan steroid yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan: Untuk memfor...
Miftahul Jannah, M. Rossardy, Wahyuni Watora· Journal of Pharmacy and Scie...· 0 citations
Terapi topikal yang mengandung antioksidan alami diperlukan karena paparan radikal bebas dari radiasi UV dapat menyebabkan stres oksidatif, yang menyebabkan penuaan dini dan kerusakan kulit. Kacang gude (Cajanus cajan L. Huth) diketahui mengandung senyawa bioaktif, terutama flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan...