Konsentrasi Belajar dan Batas Gamifikasi: Adab sebagai Prasyarat Epistemik Pendidikan Agama Islam
Abstract
Gamifikasi dalam Pendidikan Agama Islam memunculkan pertanyaan tentang hubungan antara capaian terukur, perhatian peserta didik, dan pembentukan adab. Artikel ini bertujuan mengembangkan kerangka konseptual untuk menilai batas pedagogis unsur permainan tanpa menganggap seluruh bentuk gamifikasi merusak pembelajaran agama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif kepustakaan dengan sintesis teoretis yang mempertemukan Tadhkirat al-sāmiʿ karya Ibn Jamāʿah dan Taʿlīm al-mutaʿallim karya al-Zarnūjī dengan taksonomi epistemologi al-Jābirī, Self-Determination Theory, dan kajian teknologi pendidikan. Sintesis ini mengusulkan register adabī yang menekankan kondisi etis, relasional, dan psikofisik pembelajaran. Register tersebut bekerja lintas praktik pengetahuan, bukan sebagai sistem epistemologi keempat yang telah terbukti secara empiris. Dua persoalan desain yang diidentifikasi ialah reduksi keadaan batin menjadi indikator numerik dan penerapan stimulasi kompetitif secara seragam pada tujuan pembelajaran yang berbeda. Kerangka ini membedakan latihan faktual, penalaran interpretatif, dan pembinaan keadaan batin. Hasilnya berupa empat prinsip desain dan tiga proposisi untuk pengujian empiris selanjutnya. Implikasi penelitian terletak pada penyelarasan tujuan, mekanisme umpan balik, dan penilaian, sedangkan efektivitas kerangka masih perlu diuji dalam konteks pendidikan Islam.