PEMBERDAYAAN GURU DALAM PEMBUATAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS DEEP LEARNING MELALUI KOLABORASI GURU PADA MGMP BAHASA INDONESIA SE-KOTA PALANGKA RAYA
Abstract
The implementation of the Deep Learning approach within the Kurikulum Merdeka framework requires teachers to design instructional modules that facilitate meaningful, mindful, and joyful learning experiences. However, a preliminary needs assessment among teachers in the Indonesian Language Subject Teachers' Consultation (MGMP) of Palangka Raya revealed that their pedagogical competence in embedding Deep Learning principles remained suboptimal. This community empowerment service aimed to improve teachers' professional competence through collaborative workshops and intensive mentoring in designing Deep Learning-based teaching modules. The intervention engaged 60 junior high school Indonesian language teachers through systematic stages comprising needs analysis, conceptual reinforcement, design workshops, clinical mentoring, peer review, product presentations, revisions, and evaluation. Program evaluation revealed an increase in conceptual comprehension scores from a pre-test average of 54.20 to a post-test average of 86.45, alongside a validation feasibility score of 88.75% (highly feasible category) for the developed modules. The tangible outputs comprise three complete Phase D Indonesian language teaching modules for Grades VII, VIII, and IX deposited in a digital cloud repository for instructional adoption. Consequently, this collaborative MGMP-based empowerment framework serves as an effective, sustainable capacity-building model adaptable to other teacher learning communities. ABSTRAK Penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru memiliki keterampilan menyusun modul ajar yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna (meaningful), berkesadaran (mindful), dan menyenangkan (joyful). Berdasarkan analisis kebutuhan awal terhadap guru dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Se-Kota Palangka Raya, kemampuan mengintegrasikan prinsip-prinsip pedagogis Deep Learning ke dalam modul ajar masih belum optimal. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesional guru melalui lokakarya dan pendampingan penyusunan modul ajar berbasis Deep Learning secara kolaboratif. Program ini melibatkan 60 guru Bahasa Indonesia jenjang SMP dengan tahapan pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, penguatan konseptual, lokakarya perancangan, pendampingan intensif, peer review, presentasi produk, revisi, dan evaluasi. Evaluasi program menunjukkan peningkatan skor pemahaman konsep guru dari rata-rata pre-test sebesar 54,20 menjadi 86,45 pada post-test, serta capaian skor kelayakan modul ajar sebesar 88,75% (kategori sangat layak). Luaran nyata kegiatan berupa tiga modul ajar Bahasa Indonesia Fase D untuk kelas VII, VIII, dan IX yang terunggah dalam repositori digital dan siap diterapkan dalam pembelajaran. Dengan demikian, model pemberdayaan kolaboratif berbasis MGMP ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi profesional guru sekaligus berpotensi direplikasi pada komunitas belajar di daerah lain.