Skip to content
Open access

MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS PADA MATA PELAJARAN KEWARGANEGARAAN

Oct 2026 · Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan · 0 citations · 18 references

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang kritis, demokratis, dan bertanggung jawab. Latar belakang penelitian ini adalah masih dominannya metode tradisional seperti ceramah dan hafalan yang membuat siswa pasif serta kurang terlatih berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hakikat PKn, menjelaskan konsep dan tahapan inquiry, menganalisis keterkaitan tahapan inquiry dengan indikator berpikir kritis, serta mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan inquiry dalam konteks pembelajaran PKn. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah 18 sumber ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis secara tematik untuk menemukan kesamaan, perbedaan, dan kesenjangan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap tahapan inquiry—orientasi, perumusan masalah, hipotesis, pengumpulan data, pengujian hipotesis, dan kesimpulan—berkontribusi pada indikator berpikir kritis seperti menganalisis masalah, mengevaluasi informasi, menyusun argumentasi, dan menarik kesimpulan logis. Sintesis penelitian terdahulu menegaskan bahwa inquiry berpotensi meningkatkan keterlibatan aktif, kemandirian, dan kemampuan berpikir kritis siswa, meskipun penerapannya menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, kesiapan guru, dan sumber belajar. Kesimpulannya, kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan keterkaitan tahapan inquiry dengan indikator berpikir kritis serta analisis kelebihan dan kekurangannya sebagai bahan pertimbangan bagi guru dalam memilih strategi pembelajaran PKn.

Read PDF

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.