Pengaruh Pendampingan terhadap Peningkatan Skor Praktik dan Pengetahuan MPASI Bayi Ibu Posyandu Kedunguter
Abstract
Permasalahan gizi pada bayi dan balita berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Salah satunya adalah stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi. Faktor risiko terjadinya stunting adalah kurangnya kandungan gizi dari Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI), terutama rendahnya asupan protein hewani pada bayi usia kurang dari satu tahun. Desa Kedunguter, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak termasuk wilayah yang memerlukan perhatian khusus untuk kasus stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu bayi dalam pemberian MPASI berbasis protein hewani sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Metode riset dengan one-group pretest-posttest (tanpa kontrol) digunakan untuk analisis hasil kegiatan pendampingan, yang selanjutnya diuji secara statistik. Teknik penyampaian informasi dengan pendekatan ceramah edukatif, demonstrasi pembuatan MPASI, diskusi interaktif, pendampingan langsung kepada ibu bayi, serta pemanfaatan media audiovisual. Selain kegiatan tatap muka di Posyandu, penyebaran informasi dan konsultasi lanjutan juga dilakukan melalui grup WhatsApp sebagai bentuk dukungan berkelanjutan bagi ibu dalam memahami dan menerapkan pemberian MPASI yang benar. Secara kategorikal, tidak ada hubungan bermakna antara pengetahuan dan praktik MPASI dengan kegiatan pendampingan MPASI. Namun, ada peningkatan skor tingkat pengetahuan dan skor praktik MPASI yang benar setelah diberikan pendampingan, p< 0.05.Nutritional problems in infants and young children have long-term implications for the quality of human resources. One such issue is stunting, or impaired growth in children caused by malnutrition. A risk factor for stunting is the inappropriate introduction of complementary foods, particularly a low intake of animal protein in infants under one year of age. Kedunguter, Demak, Central Java, is an area where infants and mothers still require support regarding the introduction of complementary foods in line with the infants’ nutritional needs. This community service initiative aims to enhance the knowledge and skills of mothers of infants regarding the provision of complementary foods based on animal protein, as part of an effort to prevent stunting from an early age. The methods employed include educational talks, demonstrations on preparing complementary foods, interactive discussions, direct support for mothers of infants, and the use of audiovisual media. In addition to face-to-face sessions at the Posyandu, information dissemination and follow-up consultations are also conducted via WhatsApp groups as a form of ongoing support for mothers in understanding and implementing correct complementary feeding practices. Categorically, there was no significant association between knowledge and complementary feeding practices and the provision of complementary feeding support. However, there was an increase in the level of knowledge and correct complementary feeding practices following the provision of support (p < 0.05).