Internalisasi Nilai Spiritual dalam Pembelajaran Kitab Matan Taqrib dan Implikasinya terhadap Pemahaman Fiqih Santri di MTS Insan Qurani Nurussalam
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai spiritual dalam pembelajaran Kitab Matan Taqrib dan implikasinya terhadap pemahaman fiqih santri dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi di MTs Insan Qurani Nurussalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren Nurussalam, Aceh Timur. Data diperoleh melalui observasi non-partisipatif, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang dipilih secara purposive sampling, meliputi kepala madrasah, guru atau ustaz, dan santri. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan dan verifikasi kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi, member check, dan kriteria trustworthiness. Hasil penelitian menunjukkan internalisasi nilai spiritual berlangsung secara bertahap melalui transformasi nilai dalam materi Matan Taqrib, interaksi guru dan santri, keteladanan guru, pembiasaan ibadah dan adab dalam budaya pesantren, dan evaluasi dan pembinaan. Proses tersebut berimplikasi pada meningkatnya pemahaman konseptual santri terhadap materi fiqih, kemampuan menerapkan hukum fiqih dalam kehidupan sehari-hari, kesadaran beragama, akhlak dan adab Islami, dan kemampuan berpikir kritis terhadap persoalan fiqih. Adapun kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan pemahaman bahasa kitab, alokasi waktu pembelajaran, variasi motivasi dan karakter santri, pengaruh teknologi dan media sosial, dan perbedaan latar belakang pendidikan keagamaan. Kendala tersebut diatasi melalui pembelajaran adaptif, pengulangan materi, pendampingan personal, pembelajaran kolaboratif, penguatan budaya pesantren, dan pemanfaatan kegiatan keagamaan di luar pembelajaran formal.