Hubungan Usia dan Status Gizi Ibu dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Pada Ibu Primipara di Wilayah Kerja Puskesmas Panti
Abstract
Latar belakang : Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah salah satu masalah kesehatan yang menyebabkan tingginya angka penyakit dan kematian pada bayi baru lahir. Berbagai faktor berpengaruh terhadap terjadinya BBLR, termasuk usia ibu dan kondisi gizi selama masa kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan status gizi dengan kejadian BBLR pada ibu primipara di wilayah kerja Puskesmas Panti. Metode : Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif bersifat korelasional dengan desain cross-sectional retrospektif. Populasi yang menjadi objek penelitian adalah seluruh ibu yang baru pertama kali melahirkan di kawasan Puskesmas Panti, dengan jumlah sampel mencapai 91 responden yang diambil melalui metode total sampling. Data diperoleh melalui Google Forms serta data sekunder dari buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar ibu berada dalam rentang usia matang (20–35 tahun) (79,1%), status gizi ibu sebagian besar normal (70,1%), dan sebagian kecil (15,4%) menunjukkan adanya Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara usia ibu dengan kejadian BBLR (p = 0,002; OR = 6). Di sisi lain, tidak ditemukan hubungan antara status gizi ibu dengan terjadinya BBLR (p = 0,070). Kesimpulan : Usia ibu berhubungan dengan kejadian BBLR pada ibu primipara, sedangkan status gizi ibu tidak berhubungan dengan BBLR. Pemantauan usia reproduksi yang ideal dan deteksi dini kehamilan berisiko perlu ditingkatkan untuk menurunkan kejadian BBLR. Kata Kunci: BBLR; usia ibu; status gizi; IMT; primipara