Analisis Faktor Resiko Stunting Menggunakan Analisis Regresi Logistik Biner di Wilayah Kerja Puskesmas Napan Kecamatan Bikomi Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Abstract
Stunting adalah masalah gizi kronis yang memengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko stunting pada balita di wilayah Puskesmas Napan, Distrik Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, menggunakan analisis regresi logistik biner. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Sampel purposif sebanyak 108 balita dipilih, terdiri dari 54 anak stunting dan 54 anak tidak stunting. Variabel independen meliputi jenis kelamin, berat lahir, riwayat infeksi, ASI eksklusif, status imunisasi, diet, pendapatan orang tua, akses air bersih, pantangan makanan budaya, dan budaya pengasuhan anak. Analisis menunjukkan bahwa berat lahir, ASI eksklusif, pendapatan orang tua, akses air bersih, dan budaya pengasuhan anak secara signifikan memengaruhi kejadian stunting . Model regresi logistik yang dihasilkan memiliki akurasi klasifikasi yang baik dalam memprediksi risiko stunting. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi yang menangani faktor-faktor tersebut dapat membantu mengurangi prevalensi stunting, terutama di daerah yang berisiko tinggi.