Skip to content
Open access

MOSES LEADERSHIP MODEL ON EXODUS 18:13-27 AND ITS IMPLICATIONS FOR PASTORAL LEADERSHIP OF PARISH PRIEST AT SAINT PETER AND PAUL PARISH PARONGIL

Oct 2026 · RELIGI JURNAL STUDI AGAMA-AGAMA · 0 citations

Abstract

Leadership is an essential element in supporting spiritual growth and ministry among the people within the Church. This study aims to examine Moses' leadership model in Exodus 18:13-27 and formulate its implications for pastoral leadership of the parish priest at Saint Peter and Paul Parish, Parongil. The study uses a descriptive qualitative approach, with data collection through observation, interviews, and documentation involving the parish priest, members of the Parish Pastoral Council, and the faithful. The results show that Moses' leadership has transformed from a one-man system into a hierarchical and participatory pattern, grounded in the principles of delegation of authority, cooperation, and selecting capable leaders who fear God, are trustworthy, and despise dishonest gain. This principle is applied in the parish through task division to the pastoral council and lay ministers, so that the ministry runs more effectively. Its implementation is supported by a spirit of cooperation and active participation, yet faces obstacles such as the vastness of the service area, limitations of communication facilities, and uneven abilities and roles of the faithful. The study concludes that Moses' leadership model provides a theological and practical foundation relevant for building collaborative and sustainable pastoral leadership. Keywords: Exodus 18:13-27; leadership; Moses; delegation; parish pastor   Kepemimpinan merupakan unsur penting dalam mendukung pertumbuhan rohani dan pelayanan umat di dalam Gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model kepemimpinan Musa dalam Kitab Keluaran 18:13-27 serta merumuskan implikasinya bagi kepemimpinan pastor paroki di Paroki Santo Petrus dan Paulus Parongil. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pastor paroki, anggota Dewan Pastoral Paroki, dan umat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kepemimpinan Musa mengalami transformasi dari sistem yang dijalankan seorang diri menjadi pola berjenjang dan partisipatif, yang didasari prinsip pendelegasian wewenang, kerja sama, serta pemilihan pemimpin yang cakap, takut akan Allah, dapat dipercaya, dan benci keuntungan tidak jujur. Prinsip ini diterapkan di paroki melalui pembagian tugas kepada dewan pastoral dan pelayan umat, sehingga pelayanan berjalan lebih efektif. Penerapannya didukung oleh semangat kerja sama dan partisipasi aktif, namun menghadapi hambatan berupa luasnya wilayah pelayanan, keterbatasan sarana komunikasi, serta ketidakmerataan kemampuan dan peran umat. Penelitian menyimpulkan bahwa model kepemimpinan Musa menjadi landasan teologis dan praktis yang relevan untuk membangun kepemimpinan pastoral yang kolaboratif dan berkelanjutan. Kata kunci: Keluaran 18:13-27; kepemimpinan; Musa; pendelegasian; pastor paroki

Read PDF

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.