POJOK LITERASI TANGGUH BENCANA SEBAGAI UPAYA MITIGASI BERBASIS KOMUNITAS DI DESA LANDO KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Abstract
Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi kebencanaan berbasis komunitas melalui implementasi Pojok Literasi Tangguh Bencana di Desa Lando, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Desa ini dipilih karena memiliki kerentanan tinggi terhadap kekeringan, banjir lokal, dan gempa bumi, serta masih rendah dalam hal literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Mei–30 Juni 2026 dengan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan sosialisasi-simulasi partisipatif. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan partisipatif, penyuluhan Desa Tangguh Bencana (DESTANA), pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), gotong royong pembersihan saluran irigasi, pemasangan deker, pemetaan risiko kekeringan, edukasi kebencanaan bagi siswa sekolah dasar, serta pelatihan jurnalistik berbasis kecerdasan buatan bagi santri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat merespons program dengan antusias, tingkat partisipasi warga cukup tinggi, dan terjadi peningkatan pemahaman masyarakat mengenai konsep DESTANA, jalur evakuasi, mitigasi banjir lokal, serta tindakan kesiapsiagaan menghadapi gempa. Program ini juga memperlihatkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam aksi nyata mampu mendorong perubahan perilaku, memperkuat kesadaran kolektif, dan membangun dasar kelembagaan lokal untuk pengurangan risiko bencana yang berkelanjutan. Dengan demikian, Pojok Literasi Tangguh Bencana dapat menjadi model pengabdian yang efektif dalam mengintegrasikan literasi, pemberdayaan masyarakat, dan aksi mitigasi berbasis komunitas.