Wisata Kampus Benteng Pancasila sebagai Ruang Penguatan Civic Engagement Generasi Digital
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah memperluas peluang partisipasi warga negara, namun keterlibatan generasi digital sering kali masih bersifat simbolik dan belum berkembang menjadi tindakan sosial yang bermakna. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Wisata Kampus Benteng Pancasila di Universitas Sebelas Maret berfungsi sebagai ruang pedagogis dalam memperkuat civic engagement generasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman belajar yang berlangsung melalui museum, monumen, dan enam tempat ibadah mendorong peserta menghubungkan pengetahuan kewargaan dengan refleksi terhadap nilai-nilai Pancasila, toleransi, tanggung jawab sosial, dan kehidupan demokratis. Pengalaman ruang dipahami sebagai bagian penting dari proses pembentukan identitas kewargaan yang kemudian diwujudkan dalam praktik civic engagement. Temuan penelitian ini mengajukan Spatial Civic Engagement Framework, yaitu kerangka konseptual yang menempatkan ruang pedagogis sebagai medium pembelajaran kewargaan melalui pengalaman, dialog, dan refleksi. Temuan ini memperluas kajian Experiential Learning, Place-Based Education, dan Heritage Education dengan menunjukkan bahwa ruang tidak hanya menjadi konteks pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang pembentukan makna kewargaan yang relevan bagi generasi digital.