Skip to content
Open access

Pola Komunikasi Generasi Z Dan Y di Tempat Kerja

Sep 2026 · Kiwari · 0 citations · 8 references

Abstract

The rapid development of digital technology has created distinct communication characteristics between Generation Z and Generation Y, which often lead to miscommunication in workplace interactions. This study aims to describe the communication patterns used by both generations and to identify the communication barriers and adjustments that occur in professional settings. The research applies Organizational Communication Theory and Generational Communication Theory to understand differences in media preferences, language style, and sensitivity to organizational context and hierarchy. This study employs a qualitative approach using an interpretative phenomenological method, conducted through in-depth interviews with four informants representing Generation Z and Generation Y, as well as direct observations in an information technology company. The findings reveal several communication challenges, including digital message distortion, mismatched interpretations, and linguistic gaps between generations. Despite these barriers, both generations demonstrate adaptive communication strategies by adjusting their communication styles, selecting appropriate digital platforms, and building interpersonal rapport to maintain work effectiveness. The discussion highlights that intergenerational communication is influenced by technological familiarity, experience, and hierarchical roles. The study concludes that effective communication patterns can be achieved when both generations develop mutual understanding and apply adaptive and empathetic communication practices.   Perkembangan teknologi melahirkan perbedaan karakteristik komunikasi antara Generasi Z dan Generasi Y, sehingga berpotensi menimbulkan miskomunikasi dalam hubungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi yang digunakan kedua generasi serta mengidentifikasi hambatan dan bentuk penyesuaian yang dilakukan dalam interaksi profesional. Penelitian menggunakan Teori Komunikasi Organisasi dan Teori Komunikasi Generasi sebagai dasar untuk memahami perbedaan preferensi media, gaya bahasa, serta sensitivitas terhadap konteks dan hierarki organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melalui wawancara mendalam kepada empat informan dari Generasi Z dan Generasi Y serta observasi langsung di lingkungan perusahaan teknologi informasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena seperti distorsi pesan digital, ketidaksinkronan makna, dan perbedaan tata bahasa menjadi hambatan utama komunikasi lintas generasi. Namun, kedua generasi mampu menunjukkan adaptasi melalui penyesuaian gaya komunikasi, pemilihan media yang fleksibel, serta pembentukan kedekatan interpersonal untuk menjaga efektivitas kerja. Pembahasan menegaskan bahwa komunikasi antar generasi dipengaruhi oleh faktor teknologi, pengalaman, dan posisi hirarkis. Simpulan penelitian ini menyatakan bahwa pola komunikasi efektif dapat tercapai ketika kedua generasi saling memahami karakteristik masing-masing dan menerapkan komunikasi adaptif serta empati.

Read PDF

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.