ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MINAT LITERASI SISWA DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SMP NEGERI 1 TUHEMBERUA
Abstract
Literacy culture is essential in Pancasila Education because it helps students understand Pancasila values, develop critical thinking, and strengthen their awareness as citizens. However, students’ low engagement in reading activities highlights the need to examine the factors influencing their literacy interest. This study aims to analyze the factors causing low literacy interest among students at SMP Negeri 1 Tuhemberua. A descriptive qualitative approach was employed, involving eight informants: the principal, the head of the school library, a Pancasila Education teacher, and five students selected through purposive sampling. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. Data trustworthiness was examined through source and method triangulation. The findings indicate that internal factors include low reading motivation and the absence of established independent reading habits. External factors comprise limited book collections, low library utilization, inadequate family support, and the dominance of digital media as a source of information. The school’s efforts include the School Literacy Movement, a 15-minute reading routine before lessons, reading corners, and teacher encouragement. Improving students’ literacy interest requires consistent reading habits and collaboration among schools, teachers, families, and students. ABSTRAK Budaya literasi merupakan aspek penting dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila karena membantu siswa memahami nilai-nilai Pancasila, mengembangkan pemikiran kritis, dan membangun kesadaran sebagai warga negara. Namun, rendahnya keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca menunjukkan perlunya kajian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi minat literasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab rendahnya minat literasi siswa di SMP Negeri 1 Tuhemberua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan delapan informan, yaitu kepala sekolah, kepala perpustakaan, guru Pendidikan Pancasila, dan lima siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi rendahnya motivasi membaca dan belum terbentuknya kebiasaan membaca mandiri. Faktor eksternal mencakup keterbatasan koleksi buku, rendahnya pemanfaatan perpustakaan, kurangnya dukungan keluarga, dan dominasi media digital sebagai sumber informasi. Upaya sekolah meliputi Gerakan Literasi Sekolah, pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran, penyediaan pojok baca, dan pemberian motivasi oleh guru. Peningkatan minat literasi memerlukan pembiasaan berkelanjutan dan kolaborasi antara sekolah, guru, keluarga, dan siswa.