Pergulatan Tarekat Tasawuf dengan Wahabisme: Analisis Konsep Moderasi Beragama Mursyid Tarekat Idrisiyah
Abstract
Abstract This article discusses the views of the Murshid of the Idrisiyah Sufi Order in Tasikmalaya, Sheikh Muhammad Fathurahman, on theological deviations often associated with Wahhabism within the framework of religious moderation (wasathiyah). Motivated by the tension between purification movements and Sufi traditions in Indonesia, this library research finds that Idrisiyah moderation rejects rigid monotheism-polytheism dichotomies and emphasizes the integration of creed, jurisprudence, and Sufism as a balanced unity. By using qualitative-descriptive methods and conceptual analysis of primary works, this study indicates that Idrisiyah Sufism serves as a moderate theological framework capable of addressing puritanism while strengthening Muslim unity and national cohesion. The implication of this model offers an inclusive approach to local wisdom without losing its purist theological roots. Keywords: Religious Moderation, Wasathiyah, Idrisiyah Order, Sufism, Wahhabism, Puritanism. Abstrak Artikel ini membahas pandangan Mursyid Tarekat Idrisiyah Tasikmalaya, Syekh Muhammad Fathurahman, terhadap penyimpangan teologis yang sering dikaitkan dengan Wahabisme dalam kerangka moderasi beragama (wasathiyah). Penelitian ini berangkat dari ketegangan antara gerakan purifikasi aqidah dan kekayaan tradisi tasawuf di Indonesia. Dengan metode studi kepustakaan dan analisis konseptual terhadap karya-karya utama, penelitian ini menemukan bahwa moderasi Idrisiyah menolak pendekatan dikotomis tauhid-syirik yang kaku. Sebaliknya, tarekat ini menekankan integrasi aqidah, fikih, dan tasawuf sebagai satu kesatuan yang seimbang. Tasawuf Idrisiyah berfungsi sebagai kerangka teologis moderat yang mampu menjawab tantangan puritanisme sekaligus memperkuat persatuan umat dan keutuhan bangsa. Kata Kunci: Moderasi Beragama, Wasathiyah, Tarekat Idrisiyah, Tasawuf, Wahabisme, Puritanisme.