Strategi Pengembangan Kurikulum Sekolah Berbasis Pesantren dalam Meningkatkan Mutu PAI
Abstract
Dinamika pendidikan modern menuntut adanya integrasi pedagogis antara kurikulum nasional dan nilai kepesantrenan guna mengatasi keterbatasan alokasi waktu serta minimnya internalisasi nilai amaliyah dalam PAI di sekolah formal. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kepustakaan (library research) dengan teknik analisis deskriptif-kualitatif dan triangulasi sumber, penelitian ini bertujuan menganalisis konsep, strategi, determinan, implementasi, serta dampak dari model kurikulum terpadu ini. Hasil kajian menegaskan bahwa konsep kurikulum ini mengombinasikan standar formal dengan program keagamaan inklusif melalui sistem pesantren 24 jam guna menyeimbangkan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Strategi pengembangannya bertumpu pada penyelarasan konten substantif, kolaborasi aktif stakeholders, serta profesionalisme pendidik sebagai uswah hasanah. Meskipun dihadapkan pada kendala disparitas jadwal, keterbatasan infrastruktur, dan fluktuasi kedisiplinan siswa, keberhasilan kurikulum ini diakselerasi oleh regulasi pemerintah dan tingginya animo masyarakat. Pada dimensi implikasi, kurikulum ini terbukti memberikan eksalasi mutu yang signifikan terhadap pembentukan karakter islami, penguatan kompetensi teologis, serta pelestarian literasi klasik (kitab kuning) yang otentik. Secara keseluruhan, rekonstruksi kurikulum berbasis pesantren menjadi solusi ideal yang adaptif dalam mencetak generasi muslim yang unggul secara intelektual sekaligus kokoh secara spiritual.