PENGARUH PENDIDIKAN KARAKTER ISLAMI DAN LITERASI DIGITAL TERHADAP KESADARAN POLITIK PEMILIH PEMULA PADA SMK MUHAMMADIYAH TUMIJAJAR TULANG BAWANG BARAT
Abstract
Political awareness among first-time voters is an important aspect of achieving a high-quality democracy. However, limited political understanding and difficulties in evaluating digital information indicate the need to strengthen character education and digital literacy in schools. This study aimed to analyze the influence of Islamic character education and digital literacy on the political awareness of first-time voters at SMK Muhammadiyah Tumijajar, Tulang Bawang Barat. A quantitative approach was employed using a survey method and an ex post facto design. Data were collected through a five-point Likert-scale questionnaire administered to 160 eleventh-grade students selected using proportionate random sampling. Data analysis involved descriptive statistics, regression assumption testing, and multiple linear regression. The results indicated that Islamic character education was positively and significantly associated with political awareness ((B=0.207; p<0.001)). Digital literacy also showed a positive and significant association ((B=0.483; p<0.001)). Simultaneously, both variables significantly contributed to the regression model ((F=98.83; p<0.001)), with a coefficient of determination of 0.557. These findings highlight the importance of integrating Islamic character values and digital competencies into political education to foster critical, ethical, and responsible first-time voters ABSTRAK Kesadaran politik pemilih pemula merupakan aspek penting dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Namun, keterbatasan pemahaman politik dan kemampuan mengevaluasi informasi digital menunjukkan perlunya penguatan karakter dan literasi digital di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan karakter Islami dan literasi digital terhadap kesadaran politik pemilih pemula di SMK Muhammadiyah Tumijajar, Tulang Bawang Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan desain ex post facto. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert dari 160 peserta didik kelas XI yang dipilih menggunakan teknik proportionate random sampling. Analisis data meliputi statistik deskriptif, pengujian prasyarat, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter Islami berhubungan positif dan signifikan dengan kesadaran politik ((B=0,207; p<0,001)). Literasi digital juga menunjukkan hubungan positif dan signifikan ((B=0,483; p<0,001)). Secara simultan, kedua variabel signifikan dalam model ((F=98,83; p<0,001)) dengan koefisien determinasi sebesar 0,557. Temuan ini menunjukkan pentingnya integrasi nilai karakter Islami dan kompetensi digital dalam pendidikan politik untuk membentuk pemilih pemula yang kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab.