Skip to content
Open access

Negosiasi Komunikasi Antarbudaya Dalam Membangun Keharmonisan Hubungan Antaranggota Kelompok Arisan Multietnis

Aug 2026 · Journal of Communication and Social Sciences · 0 citations

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses negosiasi komunikasi antarbudaya di dalam kelompok arisan multietnis RW 006 Jatimurni, Kota Bekasi. Fokus penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana kelompok tersebut menjaga keharmonisan hubungan berdasarkan perspektif Teori Negosiasi Wajah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, yang terdiri dari ketua kelompok arisan sebagai informan kunci dan anggota yang mewakili latar belakang etnis yang beragam, termasuk Jawa, Sunda, Betawi, Minangkabau, dan Sumbawa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang dikembangkan oleh Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan gaya komunikasi antara anggota kelompok, baik yang bersifat high-context maupun low-context, tidak menyebabkan konflik terbuka. Hal ini dikarenakan adanya sensitivitas emik dan proses adaptasi budaya yang berlangsung secara berkelanjutan. Anggota kelompok secara aktif menerapkan strategi facework, seperti penyampaian kritik secara personal, penggunaan bahasa yang sopan, dan humor, untuk mencegah munculnya Face-Threatening Acts (FTAs). Keharmonisan hubungan sosial dalam kelompok didukung oleh orientasi mutual-face concern yang dominan, sehingga keutuhan ikatan kelompok selalu dijunjung tinggi di atas ego pertahanan citra diri pribadi (self-face). Gaya penyelesaian konflik yang paling banyak diterapkan adalah integrating, compromising, dan preventive avoiding. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelompok arisan berfungsi sebagai wahana rekayasa sosial yang alami di tingkat akar rumput, yang efektif dalam menumbuhkan toleransi dan memperkuat kohesi sosial di masyarakat perkotaan yang plural.

Read PDF

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.