Pengaruh Good Corporate Governance dan Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan pada IDX30 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Abstract
ABSTRACT This study looks at how intellectual capital and sound corporate governance affect the financial performance of companies listed on the Indonesia Stock Exchange's IDX30 index between 2022 and 2024. Using a purposive sampling technique, non-financial businesses that were included in the IDX30 index for at least two consecutive periods and submitted fully audited annual reports were chosen. This produced a sample of 16 businesses that were monitored throughout a three-year period, giving a total of 48 data points. Return on Assets (ROA) reflected financial performance, intellectual capital was measured using the Value Added Intellectual Coefficient (VAIC) technique, and the percentage of independent commissioners acted as a stand-in for sound corporate governance. Multiple linear regression, classical assumption tests, and hypothesis testing (t-test and F-test) utilizing SPSS software were used for the analysis. According to the findings, effective corporate governance had a coefficient of -0.134 and a significance level of 0.211 (>0.05), indicating that it had no discernible impact on financial performance. On the other hand, intellectual capital demonstrated a positive and significant impact on financial performance with a coefficient of 0.019 and a significance level of 0.000 (<0.05). With an R2 value of 0.379, effective corporate governance and intellectual capital had a substantial impact on financial success when examined concurrently. This means that the two factors together accounted for 37.9% of the observed variation in financial performance. Keywords: Good Corporate Governance, Intellectual Capital, Financial Performance. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji bagaimana modal intelektual dan tata kelola perusahaan yang baik memengaruhi kinerja keuangan perusahaan yang terdaftar dalam indeks IDX30 Bursa Efek Indonesia antara tahun 2022 dan 2024. Perusahaan sektor non-keuangan yang secara konsisten masuk dalam indeks IDX30 selama setidaknya dua periode berturut-turut dan memiliki laporan tahunan teraudit yang lengkap dipilih menggunakan teknik purposive sampling; proses ini menghasilkan sampel sebanyak 16 perusahaan yang diamati selama tiga tahun, sehingga diperoleh total 48 observasi. Kinerja keuangan diukur menggunakan Return on Assets (ROA), tata kelola perusahaan yang baik direpresentasikan oleh persentase komisaris independen, dan modal intelektual diukur menggunakan pendekatan Value Added Intellectual Coefficient (VAIC). Analisis yang dilakukan mencakup regresi linear berganda, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis (uji-t dan uji-F) dengan menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola perusahaan yang efektif tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, dengan nilai koefisien -0,134 dan tingkat signifikansi 0,211 (>0,05). Di sisi lain, modal intelektual menunjukkan dampak positif yang kuat terhadap kinerja keuangan dengan nilai koefisien 0,019 dan tingkat signifikansi 0,000 (<0,05). Dengan nilai R2 sebesar 0,379, tata kelola perusahaan yang efektif dan modal intelektual terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan ketika diuji secara bersama-sama. Hal ini berarti bahwa kombinasi kedua faktor tersebut menjelaskan 37,9% dari variasi kinerja keuangan. Kata kunci: : Good Corporate Governance, Intellectual Capital, Kinerja Keuangan.