Skip to content
Open access

Implementasi Program KKN Berbasis Pemberdayaan Olahraga terhadap Peningkatan Kohesi Sosial Masyarakat: Studi Kasus Turnamen Catur di Desa Rambai, Pariaman Selatan

Jul 2026 · Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) · Vol 7, pp. 339-348 · 0 citations

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi program pengabdian berbasis olahraga (KKN) yang memanfaatkan turnamen catur sebagai instrumen penguatan kohesi sosial masyarakat di Desa Rambai, Pariaman Selatan, Sumatera Barat. Program dirancang untuk merespons menurunnya interaksi sosial, minimnya kegiatan olahraga terorganisasi, dan tidak adanya program pemberdayaan masyarakat yang terstruktur. Melalui pendekatan partisipatif, dua puluh mahasiswa melibatkan pemerintah desa, karang taruna, dan tokoh masyarakat pada seluruh tahapan program, mulai dari sosialisasi hingga evaluasi. Turnamen mengikutsertakan sekitar 140 peserta dalam tiga kategori (umum, MI putra, dan MI putri). Keberhasilan program diukur melalui data objektif rekam kegiatan dan angket persepsi (skala Likert lima poin, n = 45). Realisasi partisipasi mencapai 175% dari target awal, dan empat faktor pendorong keberhasilan—antusiasme masyarakat, dukungan pemerintah desa dan lembaga kemasyarakatan, legitimasi otoritas olahraga, serta koordinasi internal tim—seluruhnya berkategori "sangat tinggi" (rerata 90,4%). Temuan menunjukkan bahwa program KKN berbasis olahraga efektif sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat, pengembangan karakter, dan kolaborasi multipihak, serta dapat direplikasi pada wilayah pedesaan serupa.

Read PDF

Similar papers

Open access Jul 2026

DIGITALISASI MANAJEMEN KEUANGAN UMKM SASAKA DONUT DI KOTA MATARAM MELALUI PENERAPAN APLIKASI KASIR PINTAR

Peran strategis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai motor penggerak ekonomi nasional kerap dihadapkan pada tantangan minimnya literasi finansial, terutama di tengah arus digitalisasi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan dengan tujuan mengeskalasi kapasitas manajerial UMKM Sasaka Donut di Kota Mataram. Fokus utama intervensi adalah restrukturisasi tata kelola keuangan agar berjalan lebih sistematis, transparan, dan efisien melalui penerapan perangkat lunak Point of Sale (POS) Kasir Pintar. Pendekatan kualitatif deskriptif yang bersandar pada metode Asset-Based Community Development (ABCD) diaplikasikan dalam pelaksanaan program ini. Melalui metode tersebut, pelibatan mitra diakomodasi secara partisipatif melintasi lima tahapan esensial: perencanaan, analisis, desain, implementasi, hingga evaluasi akhir. Temuan lapangan membuktikan bahwa transisi menuju sistem digital sukses mengeliminasi kendala pembukuan manual serta menuntaskan persoalan tumpang tindih antara kas pribadi dan dana operasional. Berdasarkan rekam jejak selama periode observasi pasca-pelatihan (15-30 November 2025), sebanyak 74 transaksi berhasil didokumentasikan secara otomatis, mencatatkan akumulasi pemasukan sebesar Rp65.272.000, serta menyajikan kalkulasi margin bersih secara seketika (real-time). Tinjauan SWOT lebih lanjut mengonfirmasi bahwa pengadopsian teknologi ini tidak semata-mata mereduksi potensi kesalahan teknis (human error), melainkan turut menyediakan fondasi analitik yang presisi bagi penerapan pengambilan keputusan berbasis data (Data-Driven Decision Making), sebuah pilar krusial untuk memastikan keberlanjutan maupun ekspansi bisnis di masa depan.

Akbar Tawaqqal, Leni Agustina, Ni Kadek Ayu Kristini Putri et al. · 0 citations
Open access Jul 2026

Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Keagamaan Melalui KUA Ngrambe: Implementasi Program GEBRAKAN (Gerakan Berantas Buta Aksara Al-Qur’an)

Pemberdayaan masyarakat berbasis keagamaan merupakan strategi penguatan kapasitas spiritual dan sosial melalui optimalisasi peran institusi keagamaan, salah satunya Kantor Urusan Agama Ngrambe. Permasalahan mitra berupa tingginya angka buta aksara Al-Qur’an pada ibu-ibu majelis taklim, yang berdampak pada rendahnya partisipasi dan kepercayaan diri dalam aktivitas keagamaan. Untuk mengatasi hal tersebut, diimplementasikan program GEBRAKAN sebagai model pemberdayaan partisipatif melalui pembelajaran membaca Al-Qur’an menggunakan metode Tarsanah. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan penelitian aksi partisipatif yang meliputi identifikasi kebutuhan, pelatihan tahsin dan tartil secara bertahap, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengenalan huruf hijaiyah, kelancaran menyambung huruf, ketepatan pelafalan, serta kepercayaan diri peserta dalam membaca secara mandiri. Secara sosial, program ini juga memperkuat interaksi dan budaya belajar kolektif di lingkungan majelis taklim. Dengan demikian, implementasi metode Tarsanah dalam program GEBRAKAN efektif sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat berbasis keagamaan yang berkelanjutan.

Fadhila Sukur Indra, Siti Nur Adila Yuli Saputri, Amelia Ayuningtias et al. · 0 citations
Open access Jul 2026

PERUMUSAN PROGRAM PEMAJUAN KEBUDAYAAN BERBASIS RESILIENSI BUDAYA MASYARAKAT ADAT DAYAK MERATUS DI DESA PIPITAK JAYA DAN DESA HARAKIT KABUPATEN TAPIN

Abstrak: Intervensi kebijakan pembangunan pada ruang hidup masyarakat adat Dayak Meratus di Desa Pipitak Jaya dan Desa Harakit berdampak pada penyusutan ruang kelola adat dan menekan keberlanjutan kebudayaan. Tekanan ini diperkuat oleh minimnya pelibatan masyarakat adat dalam perumusan kebijakan yang mengangkut kehidupan sosial, ekologis dan kultural mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memfasilitasi perumusan program pemajuan kebudayaan berbasis resiliensi budaya. Metode yang digunakan melalui Participatory Rural Appraisal (PRA) yang diintegrasikan dengan Logical Framework Approach (LFA). Kegiatan ini melibatkan pemangku adat, tokoh adat, pemerintah desa, perempuan adat, pemuda adat, relawan pendamping, dan warga lainnya melalui tiga FGD dengan peningkatan partisipas dari 12, 15, menjadi 25 peserta. Evaluasi dilakukan melalui observasi proses, validasi hasil setiap FGD, dan pengesahan rumusan akhir oleh peserta. Hasilnya teridentifikasi tiga ranah resiliensi, yaitu simbolik-kosmologis, kelembagaan-regulatif, dan ekonomi berbasis budaya. Temuan kemudian diterjemahkan menjadi satu matriks LFA yang memuat 1 goal/impact, 4 objectives/outcomes, 11 intermediate objectives/output, 53 activities, 86 output indicators, 62 outcome indicators, dan 1 impact indicators sebagai acuan perencanaan kebijakan daerah dalam program pemajuan kebudayaan.Abstract: Development policy intervention into the living space of the Dayak Meratus indigenous communities in Pipitak Jaya and Harakit Villages have led to the enclosure of their customary territories and undermined their cultural sustainability. This condition is reinforced by the limited involvement of indigenous communities from policies concerning their social, ecological, and cultural lide. This research aims to facilitate the social articulation of a cultural advancement program based on cultural resilience. The method employed was Participatory Rural Appraisal (PRA), integrated with the Logical Framework Approach (LFA). This collective process involved customary leaders, traditional elders, village governments, indigenous women and youth, volunteer facilitators, and other community members, with participation increasing from 12 to 15, and then 25 participants. Evaluation was conducted through process observation, validation of FGD results, and approval of the final draft by participants. The results identified three resilience domains, the symbolic-cosmological, institutional-regulative, and culture-based economic domains. The findings were then translated into LFA matrix consisting of 1 goal/impact, 4 objectives/outcomes, 11 intermediate objectives/output, 53 activities, 86 output indicators, 62 outcome indicators, and 1 impact indicators, as reference for regional policy planning in cultural advancement programs.

Devi Wulandari · 0 citations
Open access Jul 2026

Akselerasi Literasi Penyakit Menular Melalui Program "GEMPITA BERDAYA" Sebagai Upaya Promosi Kesehatan TBC di Kelurahan Kalipuro

Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pola penularan dan gejala dini Tuberkulosis (TBC), hambatan sosiopsikologis berupa stigma, serta kondisi fisik lingkungan hunian yang tidak memenuhi standar rumah sehat menjadi faktor utama stagnasi penemuan kasus aktif di Kelurahan Kalipuro. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program "GEMPITA BERDAYA" (Gerakan Muda Peduli dan Tanggap Tuberkulosis) sebagai intervensi promosi kesehatan berbasis komunitas dalam meningkatkan literasi TBC dan mendukung penemuan kasus aktif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan desain one-group pretest-posttest melibatkan 40 warga sasaran di Lingkungan Wangkal melalui teknik skrining door-to-door menggunakan instrumen kuesioner terstruktur berbahasa daerah. Program ini mengintegrasikan peran aktif kader remaja dari Madrasah Aliyah Ibrahimy yang telah dilatih secara khusus. Hasil skrining kesehatan berhasil mengidentifikasi 3 warga terduga (suspek) TBC berdasarkan indikator gejala klinis awal. Sementara itu, hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan masyarakat yang sangat signifikan, yaitu dari 25,25 pada pre-test menjadi 90,50 pada post-test (p < 0,001). Program ini membuktikan bahwa edukasi interaktif berbasis pemberdayaan kader remaja lokal efektif memotong kesenjangan informasi, meluruskan persepsi keliru terkait stigma TBC, serta membangun kesadaran kolektif dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat komunitas.

Nayla Alya Aurora, Dheva Yudistira Maulana, Septa Indra Puspikawati · 0 citations
Open access Aug 2026

Sinergi Mahasiswa dan Masyarakan dalam Pembangunan Desa Gandasoli Melalui Program KKN

Program Kerja Bakti Tematik (KKN) di Desa Gandasoli, Kabupaten Sukabumi, dilaksanakan untuk mengatasi tantangan struktural dalam pengelolaan sampah, pembentukan karakter remaja, digitalisasi layanan publik, dan stagnasi ekonomi lokal. Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan masyarakat agar dapat mengelola potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan. Metode pelaksanaannya menggunakan Penelitian Tindakan Partisipatif (PAR), yang melibatkan observasi, dialog terbuka, dan pendampingan yang setara dengan masyarakat. Hasilnya menunjukkan keberhasilan pelaksanaan 15 program kolaboratif. Evaluasi menunjukkan revitalisasi kesadaran ekologis melalui penggunaan insinerator rendah asap, penciptaan ruang aman untuk kesehatan mental remaja, serta peningkatan literasi digital di kalangan pelaku UMKM. Selain itu, peluncuran dasbor layanan publik dan peta desa geospasial menandai Peningkatan signifikan dalam transparansi birokrasi. Dampak dari kegiatan-kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan yang empati dan partisipatif secara efektif menumbuhkan ketahanan masyarakat, membekali mereka dengan keterampilan dan teknologi yang diperlukan untuk melanjutkan pembangunan desa secara mandiri.

Muhamad Reffal Al-Fauzi · 0 citations
Open access Jul 2026

Implementasi Program Pembinaan Karakter Religius Anak melalui Kegiatan Keagamaan Berbasis Masyarakat di Desa Lubuk Cemara Kabupaten Serdang Berdagai

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program pembinaan karakter religius anak melalui kegiatan keagamaan berbasis masyarakat di Desa Lubuk Cemara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan yang terdiri atas ketua pelaksana program, anggota tim pengabdian, tokoh agama, pengurus masjid, orang tua, dan anak-anak peserta yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dilaksanakan melalui bimbingan belajar Al-Qur'an, hafalan doa dan surah pendek, pembiasaan ibadah, edukasi keagamaan, serta Festival Anak Shaleh. Kegiatan tersebut mampu meningkatkan kemampuan spiritual anak sekaligus menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Keberhasilan program didukung oleh kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh agama, pengurus masjid, dan orang tua, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan peserta, dan kehadiran yang belum konsisten.

Implementasi Program, Pembinaan Karakter, Religius Anak et al. · 0 citations

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.