ABSTRACT
This study aimed to examine the relationship between speaking anxiety and English oral proficiency among EFL students. A quantitative approach with a correlational design was employed. The sample consisted of 60 students from the Department of English Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, State Islamic University of North Sumatera (UIN-SU), selected using purposive sampling. Data were collected using the Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS) and an oral proficiency test based on the IELTS Speaking Band Descriptors, and were analyzed using the Pearson Product Moment correlation. The results revealed a strong and statistically significant negative correlation between speaking anxiety and English oral proficiency (r = –0.673, p < 0.001). The coefficient of determination (r² = 0.453) indicated that 45.3% of the variance in oral proficiency was associated with speaking anxiety, while the remaining variance was likely related to other factors. These findings suggest that students with higher levels of speaking anxiety tend to demonstrate lower oral English proficiency. Therefore, English language instruction should incorporate strategies that reduce speaking anxiety while fostering a supportive learning environment to enhance students' oral communication competence.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecemasan berbicara dan kemahiran berbicara bahasa Inggris pada mahasiswa EFL. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 60 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU), yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS) dan tes kemahiran berbicara menggunakan IELTS Speaking Band Descriptors, kemudian dianalisis dengan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara kecemasan berbicara dan kemahiran berbicara bahasa Inggris (r = –0.673; p < 0.001). Nilai r² = 0.453 menunjukkan bahwa 45,3% variasi kemahiran berbicara berhubungan dengan tingkat kecemasan berbicara, sedangkan sisanya kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tingkat kecemasan berbicara yang lebih tinggi cenderung memiliki kemampuan berbicara yang lebih rendah. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Inggris perlu menerapkan strategi yang mampu mengurangi kecemasan berbicara sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan kompetensi komunikasi lisan.
Jurnal Inovasi, Pendidikan Bahasa, Dan Sastra et al.· LANGUAGE Jurnal Inovasi Pend...· 0 citations
ABSTRACT
Writing is one of the most challenging skills for learners of English as a Foreign Language (EFL) because it requires the integration of linguistic, cognitive, and communicative competencies. In higher education, writing proficiency is essential for producing various academic texts; however, Indonesian EFL students continue to experience grammatical difficulties that negatively affect the quality of their writing. This study aims to examine the common grammatical errors found in the writing of Indonesian EFL students through the perspectives of Contrastive Analysis and Error Analysis. This study employed a library research design by analyzing and synthesizing relevant books, scholarly journal articles, and previous studies. The findings reveal that the most frequent grammatical errors involve tense usage, subject–verb agreement, articles, prepositions, plural forms, and sentence structure. These errors are primarily attributed to first-language transfer, overgeneralization, incomplete rule application, limited grammatical competence, and structural differences between Indonesian and English. In conclusion, Contrastive Analysis and Error Analysis provide complementary frameworks for identifying the sources of grammatical errors and serve as a valuable basis for improving the writing accuracy of EFL learners. The findings are expected to provide useful insights for teachers, curriculum developers, and researchers in designing more effective EFL writing instruction.
ABSTRAK
Menulis merupakan salah satu keterampilan yang paling menantang bagi pembelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (English as a Foreign Language/EFL) karena menuntut penguasaan aspek linguistik, kognitif, dan komunikatif. Dalam pendidikan tinggi, kemampuan menulis sangat penting untuk menghasilkan berbagai karya akademik, namun mahasiswa EFL di Indonesia masih sering melakukan kesalahan gramatikal yang memengaruhi kualitas tulisan. Penelitian ini bertujuan mengkaji kesalahan gramatikal yang umum ditemukan dalam tulisan mahasiswa EFL Indonesia melalui perspektif Analisis Kontrastif (Contrastive Analysis) dan Analisis Kesalahan (Error Analysis). Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesalahan yang paling dominan meliputi penggunaan tenses, subject–verb agreement, artikel, preposisi, bentuk jamak, dan struktur kalimat. Kesalahan tersebut dipengaruhi oleh transfer bahasa pertama, overgeneralisasi, penerapan aturan yang tidak lengkap, keterbatasan penguasaan tata bahasa, serta perbedaan struktur antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Simpulannya, Analisis Kontrastif dan Analisis Kesalahan saling melengkapi dalam mengidentifikasi penyebab kesalahan gramatikal dan dapat menjadi landasan untuk meningkatkan akurasi menulis mahasiswa EFL. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi guru, pengembang kurikulum, dan peneliti dalam mengembangkan pembelajaran menulis EFL yang lebih efektif.
Lili Elisa Rahma, Nazwa Umri Damanik, Rismayani Marpaung et al.· LANGUAGE Jurnal Inovasi Pend...· 0 citations
We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads.
See our Cookie Policy.