Skip to content

Author

Didik Santoso

2 papers indexed here

We haven’t gathered this author’s papers yet. Follow them and we’ll fetch their work.

Not the right person? Other researchers publish under this name.

Review Open access Jul 2026

THE IMPACT OF DAILY PRACTICE FREQUENCY ON STUDENT'S ENGLISH SPEAKING SKILL

ABSTRACT Speaking is a fundamental skill in learning English as a Foreign Language (EFL). However, despite years of formal instruction, many students continue to experience difficulties in speaking fluently and confidently. Moreover, empirical evidence regarding the benefits of daily English-speaking practice from students' perspectives remains limited. This study aimed to explore students' perceptions of the role of daily English-speaking practice in improving their speaking skills. A quantitative survey design was employed involving 15 students selected through purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire consisting of 15 statements covering pronunciation, fluency, vocabulary mastery, communication effectiveness, self-confidence, motivation, and overall speaking ability. The data were analyzed using descriptive statistics, including frequencies and percentages. The findings revealed that most participants held positive perceptions of daily English-speaking practice, reporting that it improved their pronunciation, fluency, vocabulary, self-confidence, and motivation while reducing their fear of making mistakes during communication. The study concludes that daily English-speaking practice is perceived as an effective strategy for enhancing EFL learners' speaking skills. These findings provide empirical support for integrating regular speaking practice into English language instruction to strengthen learners' communicative competence and improve the quality of EFL speaking instruction. ABSTRAK Berbicara merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (English as a Foreign Language/EFL). Namun, meskipun telah mengikuti pembelajaran formal, banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam berbicara secara lancar dan percaya diri. Selain itu, bukti mengenai manfaat praktik berbicara bahasa Inggris setiap hari berdasarkan persepsi siswa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi siswa terhadap peran praktik berbicara harian dalam meningkatkan keterampilan berbicara. Penelitian menggunakan desain survei kuantitatif dengan melibatkan 15 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berisi 15 pernyataan yang mencakup aspek pelafalan, kelancaran, kosakata, komunikasi, kepercayaan diri, motivasi, dan kemampuan berbicara, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki persepsi positif terhadap praktik berbicara harian karena dinilai mampu meningkatkan pelafalan, kelancaran, penguasaan kosakata, kepercayaan diri, motivasi, serta mengurangi rasa takut melakukan kesalahan saat berkomunikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik berbicara bahasa Inggris setiap hari merupakan strategi yang dipersepsikan efektif untuk mendukung pengembangan keterampilan berbicara pembelajar EFL serta memberikan dasar empiris bagi penerapan latihan berbicara secara berkelanjutan dalam pembelajaran bahasa Inggris.

Rismayani Marpaung, Nurul Fadilah Tambunan, Tiara Sani Sinaga et al. · 0 citations
Review Open access Aug 2026

STUDENTS’ PERCEPTIONS AND USE OF YOUTUBE FOR IMPROVING ENGLISH SPEAKING SKILLS AMONG ENGLISH EDUCATION STUDENTS AT UINSU

ABSTRACT In the digital era, technology plays an important role in supporting English language learning, particularly in developing speaking skills in EFL (English as a Foreign Language) contexts, where students have limited exposure to authentic communication. This study aimed to investigate students' perceptions and their use of YouTube in improving English speaking skills among students of the English Education Study Program at Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). The study employed a quantitative descriptive survey design involving 50 students from the 2023 cohort selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire distributed via Google Forms and analyzed using descriptive statistics and the Pearson Product-Moment Correlation test. The findings revealed that students had positive perceptions of YouTube (M = 4.22), frequently used it for speaking practice (M = 4.08), and perceived improvements in their speaking skills (M = 3.96). Correlation analysis indicated significant positive relationships between students' perceptions and speaking skill improvement (r = 0.648; p < 0.001), as well as between YouTube use and speaking skill improvement (r = 0.732; p < 0.001). These findings provide additional empirical evidence on the relationship between students' perceptions, YouTube use, and speaking skill development in higher education EFL contexts. The study also highlights the potential of integrating YouTube as a complementary digital learning medium to enhance students' oral communication competence. ABSTRAK Pada era digital, teknologi memegang peranan penting dalam mendukung pembelajaran bahasa Inggris, khususnya pengembangan keterampilan berbicara pada konteks EFL (English as a Foreign Language), ketika mahasiswa memiliki keterbatasan paparan terhadap komunikasi autentik. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi persepsi mahasiswa dan penggunaan YouTube dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). Penelitian menggunakan desain survei deskriptif kuantitatif dengan sampel 50 mahasiswa angkatan 2023 yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert melalui Google Forms dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta Korelasi Pearson Product-Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap YouTube (M = 4,22), sering menggunakannya untuk latihan berbicara (M = 4,08), dan merasakan peningkatan keterampilan berbicara (M = 3,96). Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara persepsi mahasiswa dan peningkatan keterampilan berbicara (r = 0,648; p < 0,001), serta antara penggunaan YouTube dan peningkatan keterampilan berbicara (r = 0,732; p < 0,001). Temuan ini memperkaya bukti empiris mengenai keterkaitan persepsi mahasiswa, penggunaan YouTube, dan peningkatan keterampilan berbicara pada konteks EFL di perguruan tinggi. Implikasi penelitian menegaskan bahwa YouTube layak diintegrasikan sebagai media pendukung pembelajaran berbicara untuk meningkatkan kompetensi komunikasi lisan mahasiswa.

D. Salsabila, Harshanda Rafika Putriana, Didik Santoso et al. · 0 citations

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.